Perusahaan-perusahaan dalam industri yang lebih luas telah menggenjot produksi ditengah meningkatnya order baru. Selain itu, laporan data tenaga kerja yang menguat kembali membuktikan bahwa ekonomi AS melanjutkan untuk membangun momentumnya setelah kinerja pertumbuhan kuartal pertama yang diluar dugaan mengalami kontraksi 2,9%.



European Central Bank (ECB), menyatakan akan tetap mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih panjang, saat pejabat ECB mencoba untuk menghidupkan kembali perekonomian dengan langkah-langkah darurat terbaru yang telah disampaikan sebelumnya. Namun rencana Mario Draghi, untuk mengakhiri kekeringan pinjaman di Eurozone melalui program targeted longer-term refinancing operations (TLTRO) dinilai sulit untuk mencapai target yang diharapkan.



Dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi China tampaknya mulai stabil meskipun pemulihannya masih lemah. Sektor manufaktur dan nonmanufaktur China mengindikasikan terjadinya pemulihan yang terutama ditopang oleh serangkaian stimulus pemerintah.



Neraca perdagangan pada Mei 2014 mencatat surplus sebesar USD 69,9 juta dengan total nilai ekspor USD 14,83 miliar dan impor USD 14,76 miliar. 


Surplus tersebut terjadi akibat membaiknya kinerja sektor nonmigas dari defisit USD 921,1 juta menjadi surplus USD 1,40 miliar sementara sektor migas mengalami kenaikan defisit dari USD 1,04 miliar menjadi defisit USD 1,33 miliar. 


Secara historis, kami menilai trend defisit perdagangan terjadi di bulan Juni. Selain itu, kenaikan harga minyak dari USD 102 ke USD 107 per barel berpotensi membebani defisit sektor migas.



Porsi kepemilikan asing pada SUN pada akhir Juni 2014 meningkat 1,6% atau Rp 6,4 triliun menjadi Rp 403,6 triliun dari posisi Mei 2014. Investor asing mencatatkan net buy saham sebesar Rp 2,1 triliun sepanjang Juni 2014. Kepemilikan asing pada SUN merupakan all time high. 


Rupiah ditutup pada level Rp 11.875 per USD atau melemah 199 poin dibanding penutupan Mei 2014. IHSG ditutup menguat 14,1% yoy atau melemah 0,3% mom di bulan Juni 2014.


Saat ini IHSG berada di harga yang relatif mahal jika dibandingkan rata-rata historis. Namun potensi penguatan masih terbuka yang ditopang oleh faktor politik dengan target 5935.



Sementara secara teknikal, Hingga akhir Juni 2014, Weekly Chart menunjukkan IHSG mengalami fase koreksi dan konsolidasi (Sideways). Parabolic SAR dan posisi IHSG yang masih di atas MA-20 menandakan bahwa tren Bullish belum berakhir. Dalam enam minggu terakhir, IHSG tidak mampu ditutup di atas MA-5, yang mengindikasikan adanya potensi fase konsolidasi lanjutan. Stochastic juga masih menunjukkan pelemahan. Support kuat ada pada area 4790-4800. Sedangkan MA-5 (atau kisaran level 4890) menjadi Resistance terdekat. Aksi beli dengan lebih agresif dapat dilakukan apabila penutupan Weekly Candle IHSG berhasil menembus MA-5 (Buy on Breakout).


Mean price IHSG di 4900.14 dan median price 4864.47, dengan standar deviasi 85.82 point. Berdasarkan asumsi tersebut, kami perkirakan IHSG bergerak di kisaran 4649.42 sebagai support dan resistance di 5079.02 sepanjang bulan Juli 2014.

Sumber: Investment Guideline Juli 2014, HP Analytics, dari milis: KompilasiRiset@yahoogroups.com
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Posting Komentar

 
Top